
Self-Care adalah Kebutuhan, Bukan Sekadar Tren
Di tengah kesibukan sehari-hari, tidak jarang kita mengabaikan pentingnya meluangkan waktu untuk diri sendiri. Self-care adalah bagian utama menjaga keseimbangan fisik dan mental, tetapi masih banyak yang menganggapnya sebagai sesuatu yang egois. Padahal, tanpa perhatian yang cukup, kita bisa mengalami kelelahan emosional bahkan penurunan kualitas hidup.
Self-Care: Gaya Hidup atau Kebutuhan Nyata?
Menariknya, konsep self-care bukanlah sekadar tren yang muncul belakangan ini. Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sendiri telah mengakui bahwa konsep tersebut berperan besar untuk menjaga kesehatan secara menyeluruh. Jadi, ini bukan sekadar tren atau gaya hidup modern, melainkan sebuah kebutuhan nyata.
Sebagai tambahan, mari kita lihat bagaimana tingkat kecemasan pada berbagai generasi di Indonesia. Data berikut memberikan gambaran tentang menjaga keseimbangan diri bukan lagi sekadar pilihan, melainkan sesuatu yang perlu kita perhatikan dengan serius.

Tingkat Kecemasan Antar Generasi di Indonesia 2022 | GoodStats
Berdasarkan data GoodStats, survei terhadap 1.529 responden dari generasi Z, milenial, dan generasi X di Indonesia, generasi Z mencatat angka kecemasan tertinggi dengan 40% merasa cukup cemas, 23,3% cemas, dan 5% sangat cemas. Fakta ini membuktikan kalau self-care bukan sekadar pilihan, melainkan bagian penting untuk menjaga kesehatan mental dan fisik.
Mitos Seputar Self-Care
Sayangnya, ada beberapa mitos yang beredar tentang self-care sehingga membuat orang ragu untuk melakukannya. Yuk, kita simak infografis di bawah ini!

Mitos Seputar Self-Care.jpg (Foto: CANVA.com)
Memahami fakta dan mitos ini akan membantu kita menjalani hidup dengan lebih nyaman tanpa rasa bersalah.
Baca juga: Jumping to Conclusions atau Berpikir Kritis, pilih mana?
Cara Mudah Menerapkan Self-Care Tanpa Rasa Bersalah
Banyak orang ingin mulai merawat diri, tetapi tidak tahu harus mulai dari mana. Sebenarnya, langkah-langkah sederhana bisa memberikan dampak besar.
Tidur cukup, mengonsumsi makanan bergizi, dan rutin bergerak adalah dasar utama self-care. Tidak perlu perubahan besar, cukup lakukan aktivitas yang membantu tubuh dan pikiran lebih rileks, seperti membaca buku, menulis jurnal, atau menikmati secangkir teh. Dengan menerapkannya secara konsisten, kita dapat merasakan manfaat dan tujuannya, yaitu keseimbangan hidup dan kesejahteraan yang lebih baik.
Selain itu, menetapkan batasan yang sehat juga sangat penting. Jangan ragu mengatakan “tidak” pada hal-hal yang membebani diri sendiri. Mengenali kebutuhan pribadi dan memberi diri waktu untuk beristirahat akan membantu menjalani hidup dengan lebih bahagia dan produktif tanpa rasa bersalah.
Mengapa Self-Care Penting? Ini Manfaat Jangka Panjangnya
Self-care tidak hanya membantu mengurangi stres, tetapi juga menjaga energi, dan meningkatkan fokus. Jika dilakukan secara rutin, manfaatnya akan terasa dalam jangka panjang—daya tahan tubuh meningkat dan kesehatan mental yang lebih stabil.
Tidak hanya itu, kebiasaan ini juga dapat meningkatkan produktivitas. Saat tubuh dan pikiran berada dalam kondisi optimal, pada akhirnya kita bisa lebih siap menghadapi tantangan sehari-hari.
Kesimpulan
Self-care bukan kemewahan, tapi kebutuhan untuk menjaga keseimbangan fisik dan mental. Dengan menerapkannya sederhana, kamu bisa lebih sehat, bahagia, dan produktif setiap hari.
Siap untuk mulai self-care tanpa rasa bersalah? Yuk, mulai dari langkah kecil hari ini! Ketika kita merasa baik, kita bisa memberikan yang terbaik bagi orang-orang di sekitar kita.
Daripada artikel ini berhenti di kamu, jangan lupa kasih tahu orang terdekat kamu buat baca juga ya!
Baca juga: “Main Character Syndrome”, antara Eksis dan Kehilangan Jati Diri
Referensi
- World Health Organization (2024). “Self-care for health and well-being”. Diakses melalui: https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/self-care-health-interventions
- Psychology Today (2022). “Self-Care Is Not Selfish”. Diakses melalui: https://www.psychologytoday.com/intl/blog/inviting-a-monkey-to-tea/202207/self-care-is-not-selfish
- GoodStats (2022). “Tingkat Stress Gen Z Lebih Tinggi Dibanding Milenial dan Gen X”. Diakses melalui: https://goodstats.id/article/gen-z-indonesia-punya-tingkat-stress-lebih-tinggi-dibanding-milenial-dan-gen-x-HvSkk
